Kegunaan Cocofiber untuk Tanaman

By | Agustus 10, 2021
Konsep Otomatis

Kegunaan cocofiber atau sabut kelapa yang sudah proses untuk tanaman sangat beragam. Sabut kelapa baik digunakan langsung atau setelah diproses. Pengolahan sabut kelapa bisa dikatakan dipakai sebagai pupuk cair maupun media tanam. Pengolahan sabut kelapa juga tidak terlalu sulit.

Tidak memerlukan teknik dan bahan yang sulit, tetapi sangat sederhana dan efektif. Karena sabut kelapa yang lebih bersih membuatnya menjadi pilihan banyak pecinta tanaman. Cukup beda dengan media tanam kompos, beberapa orang terkadang merasa tidak nyaman. Karena mereka tahu bahan dari mana mereka dibuat, mereka bisa merasa jijik.

Kegunaan cocofiber untuk tanaman ini bukan berarti tak dapat dipenuhi oleh bahan lain. Bahan-bahan lain juga mampu memberikan manfaat yang hampir mirip, tetapi sabut kelapa bisa menjadi alternatif. Berikut kegunaan cocofiber untuk tanaman.

Kegunaan Cocofiber

Konsep Otomatis

1. Sebagai media tumbuh

Jelas bahwa sabut kelapa dapat digunakan sebagai media tanam. Yakni dengan cara mengambil pada bagian kelapa dari kulit kelapa serta memakainya langsung sebagai bahan untuk tanam. Terdapat beberapa tumbuhan yang memerlukan jenis media tanam khusus supaya bisa menyerupai habitat aslinya. Salah satu contohnya adalah tanaman anggrek.

Beberapa spesies anggrek adalah epifit. Ini melekat pada tanaman inang, tetapi tidak parasit kepada tanaman inang. Tak semua jenis anggrek adalah epifit. Karena tidak parasit, anggrek tak bergantung pada tanaman inang untuk nutrisi.

2. Cocopeat

Sabut kelapa bisa diolah menjadi cocopeat yaitu adalah sabut kelapa yang telah dihaluskan menjadi lebih lembut. Serat dalam kelapa dipecah serta diubah menjadi memiliki ukuran yang sangat lembut. Karena ukuran yang lebih kecil, atau jika ingin lebih mudah mengolahnya bisa menggunakan mesin pengurai sabut kelapa dan mesin pengupas batok kelapa. Cocopeat menjadi lebih mudah untuk mengisi pot atau media dari media tanam.

Hal ini membuat media tanam lebih padat, sehingga daya tampung air lebih baik, tetapi tetap mempunyai porositas yang cukup baik. Sehingga udara dapat menembus dan berdifusi ke dalam media. Kandungan oksigen yang tinggi dalam media membantu akar menyerap nutrisi dengan lebih baik.

3. Mengandung kalium

Diketahui bahwa kelapa memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi, terutama ditemukan di bagian serat kulit kelapa. Selain kalium, abu dari batok juga mengandung fosfor. Namun jumlahnya jauh lebih rendah, hanya sekitar 2%.

Mengekstrak abu dari batok kelapa juga mudah dilakukan. Bakar saja. Dalam proses ini, pupuk padat dibuat dari batok kelapa. Sedangkan untuk pengadaan pupuk cair, kita perlu melakukan kerja ekstra.

Sebab unsur kalium sangat diperlukan oleh tanaman, terutama saat tanaman sedang dalam fase berbuah atau berbunga. Misalnya, menggunakan tempurung kelapa sebagai pupuk secara tak langsung dapat meningkatkan jumlah kalium untuk tanaman.

4 . Sebagai pupuk organik

Manfaat sabut kelapa bagi tanaman yakni bisa dipakai sebagai pupuk organik. Lebih tepatnya sebagai sumber untuk kalium organik. Ini disebabkan karena sabut ini mengandung potasium dalam jumlah yang cukup. Seperti pada contoh poin di bagian atas.

Bisa disebut sebagai sumber kalium organik karena kalium adalah yang tertinggi di antara unsur-unsur lainnya. Pupuk organik berbahan dasar kelapa bisa berupa abu kelapa atau pupuk cair organik.

Dalam bentuk abu, batok kelapa harus dibakar terlebih dulu. Bisa lebih gampang dan lebih cepat. Setelah itu abu tersebut dicampurkan ke dalam media tanam dalam jumlah yang direncanakan.

 

Nah itulah kegunaan cocofiber untuk tanaman, semoga artikel ini dapat bermanfaat, terimakasih.